9/07/2010

Sansa clip+ with Rockbox part2

Previously on masabhi.blogspot.com
..........
Kembali lagi bersama saia...
Rockbox? apa itu?
Kalo di situs resminya Rockbox.com penjelasannya adalah begini "Rockbox is an open source firmware for mp3 players, written from scratch. It runs on a wide range of players". Dengan kata lain, rockbox itu firmware yg bisa diinstal di berbagai mp3 player. Salah satunya adalah sansa clip plus. Trus nginstalnya gimana? apa hebatnya? Oke, akan saia coba jelaskan cara nginstalnya dulu. Sebenernya ada beberapa cara buat nginstal. Berikut ini cara yg paling mudah:
1. donlot file2 pendukungnya. bootloader dan firmware
2. colokin sansa clip plus ke komputer dengan mode MSC (bisa disetting di player). Kemudian ektrak file yg udah didonlot trus di-copy ke folder root sansa clip plus.
3. copot dari komputer trus restart dan firmware akan melakukan instalasi secara otomatis dan akan otomatis booting ke rockbox
Trus firmware originalnya gimana? Tenang saja, firmware aslinya masih bisa diakses dengan menahan tombol "home" ketika menyalakan player. Jadi seperti komputer yg diinstal dengan windhos dan linuks yg bisa dual booting, sansa clip plus ini juga seperti itu. Kalo mau dihapus gimana? Berhubung saia belum mencoba jadi saia belum bisa njelasin.
Trus bedanya sama yg original? Berikut saia jelaskan
1. Firmware original


Pada firmware yg ori hanya terdapat sedikit menu dengan fungsi2 standar seperti music player, fm radio, voice recorder. Settingan yg bisa diubah pun sangat terbatas seperti equalizer 5 band dan shuffle. tidak ada games
2. Firmware Rockbox


Menu dan fungsi yg ada lebih komplit. Ada file browser, database, setting, recording, fm radio, playlist, plugin dan system. Pada menu setting ada banyak sekali yg bisa diubah, misalnya untuk sound setting kita bisa mngubah bass, treble, balance, channel, stereo width, equalizer, dithering, timestretch dan kompresor. Bahkan untuk equalizer terdapat settingan yg lebih detail lagi seperti graphical EQ, precut, advanced EQ setting. Yang menarik adalah adanya fitur crossfeed, yaitu proses blending channel kiri dan kanan. Tujuannya biar suara yg keluar lewat head/earphone terdengar lebih natural seperti ketika mendengar dari speaker stereo.
Untuk recording pun ada settingan yg lebih detail. Kita bisa memilih format perekaman seperti mp3, wav, dan PCM wave, memilih bitrate, frequency, channel dll.
Fitur yg lain adalah penggantian theme atau tema. Theme bisa didonlot di situsnya atau bisa juga membuat sendiri. Dan yang mengejutkan adalah adanya fitur games dan aplikasi! Memang bukan game2 seperti ipod touch punya, secara sansa clip plus ini cm punya layar monokrom dan tombol terbatas. Game2 yg ada antara lain: blackjack, brickmania, bubbles, chess, jewels, maze, pong, snake, solitaire, sudoku dan tetris. Lumayanlah buat mengasah otak kalo gak ada kerjaan. Untuk aplikasinya ada alarm, battery_bench, calculator, calendar, metronome (buat maen musik cocok bgt), stopwatch dan text editor.
Selain fitur2 yang bertambah, sound quality yg dihasilkan pun menurut saia lebih bagus. Detail labih terdengar jelas. Staging dan separasi lebih baik. Suara2 masing alat musik dan posisinya terdengar jelas. Ketika saia mendengarkan lagu2 The Corrs yg unplugged terasa jelas sekali suara vokal andrea berada ditengah, gitar akustik Jim berada di kanan dan Anthony Drennan sebagai additional guitarist di kiri dengan karakter gitar yg terdengar beda, violin sharon di kiri, drum caroline di belakang dan suara orkestra Irish Film Orchestra berada dibelakang. Suara masing-masing instrumen pun tidak saling menumpuk. Serasa mendengarkan The Corrs secara live di barisan paling depan.


Akhir kata saia sangat puas dengan sansa clip plus ini secara keseluruhan terutama setelah ditambahi firmware Rockbox. Jadi, kalo suatu ketika saia terlihat autis (baca:asik dgn dunianya sendiri) dengan memakai earphone, mungkin itu saia sedang eargasm pake sansa clip plus ini. Sampai jumpa lagi di tulisan2 berikutnya yg belum pasti bakal keluar kapan. dadaaah...

Sansa clip+ with Rockbox part1



Semua berawal beberapa hari lalu ketika saia tiba2 pengen membuka blog saia sendiri. Setelah dibuka ternyata postingan terakhir adalah ucapan selamat idul fitri. Yang berarti itu adalah hampir setahun yang lalu. Ternyata saia sudah lama sekali tidak menulis di sini. Maka timbulah niatan untuk mengisi paling enggak satu postingan sebelum idul fitri tahun ini. Setelah bingung mau mengisi apa trus saia kepikiran kenapa enggak nulis aja "mainan" baru saia yg beberapa hari ini mulai menemani kehidupan saia. Jreeeng....


Sansa clip plus dgn rockbox, itulah mainan baru saia. Sansa clip plus adalah mp3 bikinan sandisk, yg di sini lebih banyak dikenal sebagai merk memory card ato flesdis. Nyari barang ini di Indonesia sudah sangat susah sekali karena udah gak masuk secara resmi di endonesia. Karna itu saia harus pesan sama orang yg katanya beli barangnya di luar nagri yg berarti garansinya gak akan berlaku di sini. Berhubung saia penasaran dengan produk yg didaulat sebagai #1 mp3 2009 versi anythingbutipod.com, akhirnya saia memutuskan beli.
Setelah menunggu beberapa hari akhirnya dateng juga. Eh, sebelum melangkah lebih jauh akan saia tegaskan di sini bahwa saia ini bukan seorang audiophile. Saia ndak tau istilah2 yg bener, gak punya telinga yg bagus, belum pernah mencoba alat2 mahal macam cowon, grado, yuin, dsb. Jadi ini adalah murni pengalaman saia dengan kuping "kaleng" dan kepuasan batin saia sendiri. Oke lanjut....setelah open the box saia kaget, ternyata gadget ini lebih kecil daripada bayangan saia. Langsung saia masukin beberapa lagu buat testing. Oya, sansa clip plus ini ada slot micro sd, jadi kalo penyimpanannya kurang bisa ditambah lagi. Karena ini buat pemakaian sehari2 saia sendiri maka dengan itu lagu2 yg dites adalah lagu2 yg sering saia dengarkan. berikut beberapa lagu2nya:
- Dream theatre - The Spirit Carries On (20th anniversary world tour)
- Disturbed - Remember
- Andy Mckee - Drifting
- Emi Fujita - Desperado
- Al Jarreau - Spain (I can recall)
- The Corrs - unplugged
Secara singkat menurut saia earphone bawaannya sudah bagus, tetapi terlalu boomy. Mungkin karena earphone-nya belum diburn-in. Tapi menurut saia suaranya sudah jauh lebih enak daripada ipod yg garing(ini menurut saia lho! Kalo gak setuju ya silakan). Lalu saia ganti dengan IEM (in-ear monitor) punya saia, dBE PR20 rev II yg menurut saia sudah lebih cukup buat telinga saia. Dan hasilnya emang lebih baik. Suara warm, detailnya dapet, staging kerasa, separasi bagus. Pilihan equalizer juga ada dan bisa dimodif sendiri. Selain buat muter format mp3,wav,dkk, sansa clip plus ini bisa buat muter format loseless macam FLAC dan APE. Selain itu juga bisa buat radio dan merekam suara pake mikrofon yg udah ketanem di dalemnya. Tapi untuk penangkapan sinyal radio menurut saia kurang bagus, masih sering kresek2.
Kesimpulan sementara saia puas dengan suara yg dihasilkan sansa clip plus ini.


Trus udah? Trus itu dijudulnya ada rockbox itu apaan?
Bentar ya... dah jam segini. Mau sahur dulu. Ntar habis sahur saia lanjutken.
ini sambungannya